Desa Tenjolayar merupakan Desa yang berada di wilayah paling utara Kabupaten Kuningan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Cirebon. Tenjolayar tidak terlepas dari sejarah Cirebon girang yang mana menurut sejarah bahwa yang memimpin desa Tenjolayar pertama adalah merupakan keturunan dari Mbah Buyut Sangkan Cirebon Girang.
Tenjolayar pada awalnya berasal dari dua suku kata, yakni Tenjo dan Layar. Tenjo berarti Melihat dan Layar adalah hamparan laut Cirebon yang terdapat kapal yang sedang berlayar. Sebelum terbentuknya nama Tenjolayar, wilayah ini disebut Turus Leutik yang dipimpin oleh seorang keturunan Cirebon yang dikenal dengan nama Ki Kuwu atau sebutan lain Buyut Tenjolayar. Pada masa itu jabatan Ngabihi ( Kasi Pemerintahan ) dijabat oleh Surya Darma (sekarang dikenal dengan nama Buyut Ngabihi) yang tidak lain dia adalah adik dari Ki Kuwu. Seperti biasa tugas pemerintahan dilaksanakan oleh Ngabihi, termasuk pada saat itu hari kamis Ngabihi dan Ki Kuwu ( sebutan Kepala Desa Turus Leutik ) untuk mengikuti rapat di Cirebon yang salah satu hasil rapatnya adalah bahwa kanjeng Cirebon berkeinginan melakukan Shalat Jum’at di Turus Leutik. Pada saat itu Ngabihi menyanggupinya sementara Ki Kuwu tidak merespon dikarenakan di desa belum ada Masjid Desa. Sesampainya di desa Surya Darma ( Ngabihi ) mempersiapkan segala sesuatunya guna membangun Masjid Desa yang akan dipergunakan oleh Kanjeng Cirebon pada esok hari. Dengan segala kemampuan dan kesaktiannya, Ngabihi bisa menyelesaikan pekerjaan pembangunan Masjid pada pagi menjelang waktu subuh.
Pada siang hari menjelang waktu shalat Jum’at Kanjeng Cirebon benar – benar datang untuk melakukan shalat Jum’at berjamaah bersama masyarakat Desa turus Leutik, namun sebelum melakukan kegiatan shalat berjamaah Kanjeng Cirebon melakukan kegiatan yang diluar dugaan semua masyarakat Desa yakni menghadirkan batu, lalu menaikinya dan melihat ke arah Cirebon. Setelah melakukan kegiatan tersebut Kanjeng Cirebon memberikan arahan kepada Ki Kuwu dan Ngabihi, dan salah satu arahannya bahwa nama Desa diganti dari nama Turus Leutik menjadi Tenjolayar.
